Minggu, Maret 15, 2026
BerandaSULTRABUTON SELATANEvaluasi Perencanaan, Bupati Buton Selatan Tekankan Efektivitas Program Pembangunan

Evaluasi Perencanaan, Bupati Buton Selatan Tekankan Efektivitas Program Pembangunan

BATAUGA, INFOBUSEL.COM – Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios, menegaskan pentingnya penerapan skala prioritas dan penguatan koordinasi lintas perangkat daerah dalam perencanaan pembangunan, menyusul pembangunan gedung tambahan di Kompleks Rumah Jabatan (Rujab) Bupati yang dinilai kurang memiliki urgensi.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Adios saat memberikan sambutan pada Rapat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Buton Selatan Tahun 2026 yang digelar di Gedung Lamaindo, Batauga, Sabtu (31/1/2026).

Menurut Adios, pembangunan gedung tambahan di bagian belakang Rujab Bupati tidak termasuk kebutuhan mendesak, terlebih proyek tersebut menelan anggaran sekitar Rp1 miliar. Ia menilai anggaran sebesar itu seharusnya dapat dialokasikan untuk program-program pembangunan yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Selain menyerap anggaran yang cukup besar, keberadaan gedung tersebut juga dinilai mempersempit area kompleks Rujab. Bupati Adios mengaku tidak mengetahui secara rinci perencanaan proyek tersebut karena sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, dirinya tidak pernah diperlihatkan master plan pembangunan.

“Siapa yang menggambar ini, siapa yang merencanakan, saya tidak tahu. Tiba-tiba langsung dibangun begitu saja,” ujar Adios kepada awak media.

Ia menegaskan, apabila pembangunan tersebut dikomunikasikan sejak awal, anggaran dapat dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih prioritas. “Tidak perlu ada bangunan tambahan. Kalau dikomunikasikan dengan saya, mungkin anggarannya bisa dialihkan ke sektor lain,” tambahnya.

Gedung tambahan tersebut diketahui direncanakan sebagai fasilitas bagi tamu kehormatan daerah yang berkunjung ke Kabupaten Buton Selatan. Namun demikian, Bupati Adios menilai fungsi bangunan tersebut kurang efektif. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Buton Selatan agar lebih kooperatif dan transparan dalam setiap proses perencanaan pembangunan sepanjang tahun 2026.

“Untuk gedung tamu menurut saya kurang efektif, tapi ini sudah terlanjur. Ke depan, hal seperti ini jangan terulang lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Bupati Buton Selatan, Sunaryo, menjelaskan bahwa rencana pembangunan gedung tambahan tersebut sempat dikomunikasikan kepada Bupati. Namun, pada saat itu Bupati Adios menyatakan ketidaksetujuannya dan meminta agar proyek tersebut dihentikan.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Sunaryo mengaku telah menyampaikannya kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Buton Selatan untuk menghentikan kegiatan dan mengalihkan anggaran ke program pembangunan lainnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa proyek tersebut bukan bersifat fiktif.

“Saya tidak terlalu detail, ternyata proyek itu masih berjalan. Itu bukan fiktif, hanya saja Bupati memang kurang berkenan dibangun di area Rujab,” jelas Sunaryo.

Ia juga menegaskan tidak memiliki keterlibatan langsung dalam pembangunan gedung tersebut dan hanya berperan sebagai penghubung komunikasi antara Bupati dan TAPD. “Saya tidak terlibat dalam kegiatan itu, hanya menjembatani komunikasi karena Bupati biasanya menyampaikan melalui saya,” pungkasnya. (Adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

berita populer

Recent Comments