Minggu, Maret 15, 2026
BerandaSULTRABUTON SELATANSerli, Bocah Asal Siompu Bergantung Oksigen, Keluarga Harap Pemkab Buton Selatan Fasilitasi...

Serli, Bocah Asal Siompu Bergantung Oksigen, Keluarga Harap Pemkab Buton Selatan Fasilitasi Rujukan ke Makassar

BAUBAU, INFOBUSEL.COM – Seorang anak perempuan berusia tujuh tahun asal Desa Nggula-nggula, Kecamatan Siompu, Kabupaten Buton Selatan, bernama Serli, tengah berjuang melawan penyakit penyumbatan pembuluh darah di otak. Saat ini, Serli menjalani perawatan intensif di RSUD Palagimata, Kota Baubau.

Kondisi Serli yang terus memburuk membuat pihak keluarga berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan, untuk memfasilitasi percepatan rujukan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Ibu Serli, Yatri, menuturkan bahwa awalnya sang anak mengalami demam tinggi disertai kejang selama kurang lebih satu jam. Serli kemudian dilarikan ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan awal sebelum dirujuk ke RSUD Gajah Mada Buton Selatan dan menjalani perawatan selama enam hari.

Setelah sempat dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang, kondisi Serli kembali menurun tiga hari kemudian. Yatri menjelaskan, pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WITA, Serli masih dapat berbicara normal. Namun satu jam berselang, kemampuan bicaranya tiba-tiba menurun drastis.

“Enam hari dirawat di RSUD Buton Selatan, dia sempat dinyatakan sembuh. Jam 8 pagi masih bisa bicara normal, tapi tiba-tiba tidak bisa bicara lagi,” ujar Yatri, Kamis (5/2/2025).

Pada 28 Januari 2025, Serli kembali dirujuk ke RSUD Palagimata, Kota Baubau, untuk penanganan lanjutan. Selama tiga hari pertama perawatan, Serli mengalami gangguan tidur yang tidak wajar dan tidak mampu memejamkan mata. Hingga kini, ia hanya dapat merespons melalui rintihan dan telah kehilangan kemampuan untuk berbicara, termasuk memanggil ibunya.

“Sekarang paling hanya rintihan. Panggil ‘Mama’ pun sudah tidak bisa lagi,” kata Yatri dengan suara lirih.

Secara fisik, kondisi Serli juga semakin melemah dan bergantung pada bantuan tabung oksigen untuk bernapas. Setelah menjalani perawatan selama sembilan hari di RSUD Palagimata, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penyumbatan pembuluh darah pada bagian otak, sehingga Serli membutuhkan penanganan spesialis saraf yang lebih komprehensif di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Saat ini, pihak keluarga masih menunggu konfirmasi terkait ketersediaan ruang perawatan di rumah sakit rujukan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada balasan resmi yang diterima keluarga terkait kepastian rujukan.

Yatri dan suaminya, Irsat, mengaku cemas mengingat kondisi putri semata wayang mereka yang tidak memungkinkan untuk menunggu lama di luar fasilitas rumah sakit apabila tiba di Makassar. Mereka berharap, setibanya di kota tujuan, Serli dapat langsung memperoleh perawatan tanpa terkendala administrasi.

Keluarga pun berharap Bupati Buton Selatan dapat turun tangan membantu memfasilitasi proses rujukan agar berjalan lebih cepat dan lancar.

“Kami berharap ada bantuan untuk mempermudah rujukan ke RS Wahidin. Kondisinya tidak memungkinkan untuk menunggu lama karena dia tidak bisa lepas dari oksigen,” ungkap Yatri. (Adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

berita populer

Recent Comments