BATAUGA, INFOBUSEL.COMĀ – Sebanyak 30 tenaga kesehatan mengikuti pelatihan yang berlangsung selama tujuh hari mulai 3 hingga 10 Juni 2026 di salah satu hotel di Kota Baubau. Peserta terdiri dari dokter, petugas program PTM, serta tenaga kesehatan lain yang mewakili seluruh puskesmas di Kabupaten Buton Selatan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM) melalui pelatihan Pandu PTM bagi tenaga kesehatan dari seluruh puskesmas di daerah tersebut.
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Buton Selatan, M. Arafah, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam melakukan deteksi dini, pendampingan, dan penanganan penyakit tidak menular di tingkat pelayanan primer.
Arafah menjelaskan, seluruh puskesmas di Kabupaten Buton Selatan telah menerapkan program Pandu PTM. Namun pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan terhadap standar pelayanan dan pengelolaan penyakit tidak menular.
Ia menilai sarana pendukung di puskesmas saat ini juga cukup memadai karena telah terintegrasi dengan program Posyandu Prima dan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang sedang dikembangkan pemerintah.
“Saat ini seluruh puskesmas sudah menerapkan Pandu PTM. Pelatihan ini untuk memperkuat kapasitas petugas agar pelayanan semakin optimal,” (4/6/2026).
Pelatihan Pandu PTM menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, tenaga medis profesional, serta fasilitator dari Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes).
Sementara Dinas Kesehatan Buton Selatan berperan memberikan materi pengantar terkait kondisi dan tantangan pelayanan PTM di daerah.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai berbagai jenis penyakit tidak menular yang menjadi perhatian utama pemerintah, seperti hipertensi, diabetes melitus, kolesterol tinggi, asam urat, hingga Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
Menurut Arafah, PPOK menjadi salah satu penyakit yang perlu mendapatkan perhatian karena erat kaitannya dengan paparan asap rokok dan faktor risiko lingkungan lainnya.
Selain penyakit fisik, pelatihan juga membahas aspek kesehatan jiwa yang menjadi bagian penting dalam penanganan penyakit tidak menular. Ia menambahkan bahwa edukasi terkait kesehatan mental dan pencegahan stres juga telah mulai disosialisasikan ke sejumlah sekolah di Buton Selatan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat. (adm).
